Cara menghitung telat haid
Selama ini kebanyakan untuk dapat menghitung usia kehamilan masih mengandalkan para ahli baik dokter atau bidan, memang hal ini merupakan yang di anjurkan demi ketepatan penghitungan
usia kehamilan, selain itu, biasanya menghitung usia di lakukan
menggunakan USG, yang memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dengan
mengukur ukuran tengkorak, panjang janin, ukuran jantung, ginjal dsb.
Namun tidak ada salahnya masyarakat mengetahui cara menghitung usia kehamilan yang dapat di lakukan sendiri.
Ada beberapa cara yang dapat di lakukan ibu hamil untuk menghitung usia
kehamilanya yang memiliki tingkat akurasi yang baik, di antaranya
berdasar pada:
Hari pertama Haid terakhir (HPHT)
Maksud hari pertama haid terakhir adalah, hari pertama haid anda,
misalnya sekarang bulan maret setelah anda test dengan testpack anda
positif hamil maka yang di maksud hari pertama anda haid adalah, anda
tentu ingat kapan anda haid, yaitu haid yang pertama kali pada saat anda
haid terakhir sebelum hamil ini, misalnya pada bulan januari atau bulan
febuari yang lalu, nah yang di maksud ini adalah tanggal awal haid itu.
Untuk dapat menghitung usia kehamilan anda berdasar HPHT hanya dapat di
lakukan pada ibu hamil yang memiliki silkus haid normal dan teratur
(28-30 hari)
Untuk taksiran usia kehamilan berdasar HPHT dapat menggunakan rumus
neagele, selain dapat menghitung usia kehamilan, rumus ini juga dapat di
gunakan untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Penggunaan rumus
ini adalah dengan menambahkan 7 pada tanggal pertama dari haid terakhir,
kemudian mengurangi bulan dengan 3 dan menambahkan 1 pada tahunya,
sedangkan untuk bulan yang tidak bisa di kurangi 3, misalnya: januari,
febuari, dan maret, maka bulanya di tambah 9, tapi tahunya tetap tidak di tambah atau di kurangi.